Yuk Mengartikan Kata Iklan



Iklan yang kita ketahui selama ini sering kita sebut dengan sponsor, padahal makna dan arti iklan sendiri lebih besar dari kata sponsor. Iklan tidak hanya sponsor tapi sponsor sudah pasti iklan. Yuk cari tahu makna dan arti kata iklan yang sebenarnya. Penjelasannya ada di sini.

Istilah “iklan” (bahasa melayu) berasal dari kata I’lan (bahasa arab) yang artinya meneriakkan secara berulang-ulang. Istilah lain dari iklan adalah “reklame”, pengaruh bahasa perancis reclame yang asalnya dari bahasa Latin reclamare, artinya menyerukan. Di masa lalu banyak orang Indonesia menyebutkan “advertensi”, terpengaruh bahasa Belanda advertentie. Saat ini orang lebih akrab dengan istilah advertising (bahasa inggris), berasal dari bahasa Latin advertere yang artinya berpaling, memusatkan perhatian kepada sesuatu. Jadi, secara sederhana iklan dapat diartikan menyerukan informasi atau membuat audiens berpaling, memperhatikan pesan.

Dalam perkembangannnya, iklan memiliki makna yang lebih luas. Menurut Rhenald kasali, iklan adalah pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat lewat suatu produk yang ditujukan kepada masyarakat lewat suatu media. Bedanya dengan pengumuman biasa, iklan lebih diarahkan untuk membujuk orang supaya membeli produk atau jasa yang ditawarkan. Sebagaimana yang dikatakan Frank Jefkins,”advertising aims to persuade people to buy.” Artinya, iklan bertujuan membujuk orang untuk membeli. Sementara itu menurut William F. Arens, “advertising is the structured and composed nonpersonal communication of services, and ideas) by identified sponsors through various media”. Pernyataan tersebut dapat diartikan, iklan adalah struktur dan susunan komunikasi nonpersonal mengenai informasi produk 9barang, jasa,ide), umumnya dibiayai dan bersifat membujuk, dilakukan oleh sponsor yang teridentifikasi melalui berbagai media.

Iklan merupakan salah satu alat marketing untuk memperlihatkan dan menjual produk dari perusahaan kepada masyarakat tertentu (target audience) menggunakan elemen-elemen verbal dan visual melalui media yang dianggap efektif. Meskipun ada iklan yang bertujuan menciptakan awareness agar tetap dikenal masyarakat, namun tujuan akhirnya tetap showing and selling the product.



Namun di luar itu, ada jenis iklan nonkomersial yang bertujuan menyampaikan informasi atau pesan kepada masyarakat, tanpa mengharapkan keuntungan finansial, di Indonesia, iklan public service ini disebut Iklan Layanan Masyarakat (ILM), dalam bahasa inggris disebut public service advertising (PSA). ILM ini umumnya berisi demi kebaikan. Sebagai contoh, imbauan untuk mengenakan sabuk pengaman, anjuran memakai helm, ajakan membeli produk dalam negeri, larangan merokok di ruang publik, larangan mengonsumsi obat terlarang, dan sebagainya.

Secara umum, iklan bisa muncul di mana saja, menggunakan media apa saja yang bisa mengusung informasi penjualan kepada target audiens secara efektif. Kita bisa menemukannya di bus, jaket, T-shirt, topi, bolpoin, shopping bag, payung, di tepi-tepi jalan raya sampai pinggir lapangan sepak bola.

Di luar itu, masih ada iklan radio,televise,internet,megatron (papan reklame yang menampilkan gambar bergerak), dan media lainnya. Pembahasan iklan dalam buku ini dibatasi pada jenis iklan media massa, terutama iklan di majalah dan surat kabar.

Berbeda dengan media audio(radio) dan audio-visual (televisi),iklan media cetak (print ads) hanya mengandalkan elemen-elemen visual yang statis, tidak bergerak dan tidak bersuara. Karena sifatnya statis maka anda harus kreatif menciptakan unsur-unsur visual agar mampu merebut perhatian pembaca. Selain menggunakan huruf dan ilustrasi, anda dapat mengeksploitasi warna, garis, tekstur, dan elemen grafis yang atraktif.

Sumber : Rakhmat Supriyono, Desain Komunikasi Visual, (Yogyakarta: Andi Offset, 2010), hal. 127-130

0 comments:

Post a Comment