Akuilah Kehebatan Visual Branding
Strategi pengelolaan Brand yang baik akan membuat sebuah brand bisa dikenal oleh publiknya. Proses brand building membutuhkan waktu yang cukup dan harus dikerjakan dengan sistematis dan kontinyu.
Visual Branding adalah pengaruh yang diakibatkan oleh suatu bentuk visual untuk mendifferensiasikan brand. Differensiasi artinya membedakan brand tersebut dari brand competitor, sehingga dapat terlihat dan dirasakan menonjol disbanding yang lain dan paling diingat oleh publiknya.
Adapun elemen-elemen terpenting dari sebuah visual branding terdiri dari :
1. Brand (merek, logo) yang bisa berbentuk visual, teks, atau keduanya.
2. Warna (produk, korporat)
3. Komposisi semua elemen penyusunnya.
Dan tiga hal tersebut lalu diimplementasikan dalam Brand Identity sebuah perusahaan atas sebuah produk, yang bisa kita lihat di media lini atas (above the line) maupun media lini bawah (below the line). Selanjutnya, kita bisa saksikan parade kampanyenya di iklan teve, iklan Koran, leaflet, brosur, billboard bahkan event-event off air. Tujuannya jelas, agar brand tersebut bisa dikenal oleh publiknya. Pertama bisa diingat secara visual, selanjutnya bisa diterima di hati.
Strategi Visual Branding
Marty Neumeier dalam bukunya The Brand Gap membeberkan strategi visual branding menjadi 5 (lima) tahap, diantaranya adalah : Differensiasi, Kolaborasi, Inovasi, Evaluasi, dan Manajemen.
Differensiasi : Untuk berhasil, sebuah produk harus mempunyai pembeda yang unik dengan produk lain. Pembeda tersebut bisa berasal dari kategori produknya sendiri, segmentasi, kualitas, atau packaging-nya.
Kolaborasi : Brand Building tidak bisa dikerjakan semuanya oleh produsen. Produsen Design harus berkolaborasi dan saling berinteraksi dengan konsumen untuk menentukan design yang baik dan tepat sasaran, sehingga brand mereka bisa menjadi Top Of Mind.
Inovasi : Brand yang tidak diremajakan dan direvitalisasi akan lenyap ditelan waktu. Sebuah brand perlu berinovasi dengan perubahan-perubahan yang baru. Perubahan yang dilakukan harus sistematis dan tetap menjaga benang merah komunikasinya.
Evaluasi : Tingkat penerimaan target audiens atas sebuah brand harus dilacak dan diketahui. Biasanya survey dilakukan untuk mendapatkan tingkat akseptabilitas (penerimaan) khalayak. Akan lebih baik jika hasil evaluasi dijadikan referensi untuk menentukan strategi branding berikutnya.
Manajemen Brand : Brand yang bisa bertahan lama, perlu menjalankan metode manajemen yang baik dan sistematis. Oleh karena itu, manajemen dibutuhkan untuk menguatkan brand dari waktu ke waktu dan membentuk brand agar memiliki visi ke depan.
Sumber : M. Arief Budiman. Jualan Ide Segar. (Yogyakarta : Galang Press. 2008). Hal. 93-98
poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks poolmarks






0 comments:
Post a Comment